Statistik Pengunjung

  • Pengunjung: 159744
  • Online: 2
  • Hari ini: 87

Struktur Organisasi Baru di Lingkungan Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)

BERITA – Kamis, 26 Jan 2012 08:12 WIB

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu menjelaskan struktur organisasi baru di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi X DPR-RI di Gedung DPR Jakarta, Kamis malam (19/1).
Menparekraf didampingi Wakil Menteri Parekraf Sapta Nirwandar serta sejumlah pejabat Eselon Satu menjelaskan struktur baru Kemenparekraf diatur dalam Perpres No.92/Tahun 2011 yang dikeluarkan pada 21 Desember 2011, menyusul adanya perubahaan nomenklatur dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) menjadi Kemenparekraf besarkan reshufle Kabinet Indonesia Bersatu II pada 19 Oktober 2011.
Dalam struktur baru organisasi Kemenparekraf, kata Mari dalam Raker yang dipimpin Ketua Komisi X DPR Prof.DR.H.Mahyuddin NS,Sp.OG terdapat 11 organisasi eselon satu yakn;Setjen, Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Ditjen Pemasaran Pariwisata, Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain, dan Ilmu Pengetahuan, Irjen, Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, dan Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Organisasi eselon satu ini diperkuat dengan 37 organisasi eselon dua di antaranya ada yang baru, penambahan fungsi, serta perubahan nomenklatur. Misalnya, di Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata terdapat panambahan fungsi pada Direktorat Perancangan dan Investasi Destinasi Pariwisata serta Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif, dan Even. Sementara organisasi Ditjen Pemasaran Pariwisata terdapat tiga perubahan nomenklatur yakni Direktorat Pengembangan Pasar & Informasi Pariwisata, Direktorat Promosi Citra Indonesia, dan Direktorat Promosi, Konvensi, Insentif, Even & Minat Khusus.
Untuk kelompok industri kreatif, perubahan nomenklatur dilakukan pada Ditjen Nilai Budaya, Seni dan Film (NBSF) menjadi Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, sedangkan yang baru adalah Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek yang diperkuat dengan 4 organisai eselon dua yakni Setditjen, Direktorat Konten Media dan Multimedia, Direktorat Desain dan Arsitektur, dan Direktorat Harmonisasi Kebijakan dan Fasilitasi.
Sementara untuk Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata (Badan Pengembangan Budpar) mengalami perubahan nomenklatur menjadi Badan Pengembangan Sumberdaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan diperkuat satu organisasi eselon dua yang baru yakni Puslitbang Kebijakan Ekonomikreatif dan dua organisasi sebagai penambahan fungsi yakni Pusbang SDM Parekraf dan Pusat Kompetensi Parekraf. (Sumber : Puskompub-Budpar.go.id)